ASUHAN KEBIDANAN PADA NY “A” 22 TAHUN P1A0 AKSEPTOR BARU KB METODE AMENORE LAKTASI
DIWILAYAH KERJA
PUSKESMAS AIR ITAM
TAHUN 2014
Tanggal
pengkajian : 04 April 2014
Jam : 11.00 WIB
I.
DATA
SUBJEKTIF
A. BIODATA
Nama pasien : Ny. A Nama
Suami : Tn. S
Umur : 22 tahun Umur : 26 tahun
Agama : Islam Agama :
Islam
Suku/Bangsa : Indonesia Suku/Bangsa : Indonesia
Pendidikan : SMA Pendidikan : SMA
Pekerjaan : IRT Pekerjaan : Swasta
Alamat : Temberan Alamat :
Temberan
B. ALASAN
DATANG
Ibu mengaku habis
melahirkan 1 hari yang lalu, ingin menggunakan kontrasepsi alami (Metode
Amenore Laktasi).
C. DATA
KEBIDANAN
1. Haid
Menarche : 12 tahun Warna : Merah
Siklus : 28 hari Jumlah :2-3x
ganti pembalut
Lamanya : 6 hari Dismenorhea : Pernah, jarang
2. Riwayat
Perkawinan
Kawin :
Ya, perkawinan pertama
Umur saat kawin : 20 tahun
Lama perkawinan : ± 2 tahun
3. Riwayat
kehamilan, persalianan, dan nifas yang lalu
|
No
|
Usia
kehamilan
|
Jenis
persalinan
|
Penolong
|
Penyulit
|
Tahun
Persalinan
|
Nifas/
Laktasi
|
Anak
|
|||
|
JK
|
BB
|
PB
|
Ket
|
|||||||
|
1.
|
Aterm
|
Normal
|
Bidan
|
Tidak
ada
|
2014
|
Ya,
baik
|
♀
|
2800
|
48
|
Hidup
|
4. Alat
kontrasepi
Metode yang pernah digunakan : Ibu mengaku belum pernah menggunakan alat kontrasepsi jenis apapun
Rencana Metode Sekarang : Ibu mengatakan ingin menggunakan kontrasepsi alami seperti Metode Amenore Laktasi.
5. Riwayat
Kesehatan
6. Ibu
mengatakan tidak pernah mempunyai riwayat dahulu maupun penyakit keluarga/keturunan.
7. Pola
kehidupan seksual
Pola seksual sebelum melahirkan : ± 3x/minggu
Pola seksual sekarang : Ibu mengaku belum pernah melakukan hubungan seksual setelah melahirkan
Keluhan seksual : Tidak ada
II. DATA OBYEKTIF
1. Pemeriksaan
Fisik
Kesadaran :
Composmentis
Keadaan
Umum : Baik
TD :
110/70 mmHg
Najdi :
80x/menit
RR :
20x/menit
Suhu :
36,7 ºC
BB :
54 kg
2. Pemeriksaan
Kebidanan
Inspeksi
Kepala :
Normal, tidak ada benjolan
Rambut :
Bersih, tidak rontok, dan tidak berketombe.
Mata
-
Konjungtiva : Merah muda
-
Sclera : Tidak ikterik
Hidung : Tidak
ada polip dan sekret
Mulut
dan gigi
-
Caries : Tidak ada
-
Stomatitis :
Tidak ada
Muka :
Tidak pucat
Leher :
Tidak ada pembesaran pada kelenjar tiroid, vena jugularis, dan kelenjar getah bening
Payudara :
-
Bentuk/ukuran : Simetris
-
Areola mamae : Hiperpigmentasi
-
Puting susu : Menonjol
-
Colostrum : Belum ada, (+)/(+)
-
ASI : Belum ada,
(+)/(+)
Abdomen : TFU 2
jari di bawah pusat, kontraksi baik.
Genetalia
eksterna :
perdarahan normal, jenis rubra, tidak ada pembengkakan.
Ekstremitas
Bawah : Tidak oedem
dan tidak varises
III. ASSASMENT
Diagnosa : Ny. “S” 26 tahun P2A0 Akseptor Baru KB Metode
Amenore Laktasi
Masalah :
Ibu khawatir tidak bisa menggunakan MAL sebagai
kontrasepsi karena ASI nya selama 2 hari ini belum
keluar.
Kebutuhan :
A. Informasi hasil pemeriksaan
B. KIE tentang KB MAL
C. KIE tentang
kemungkinan penyebab ASI belum keluar dan cara mengatasinya
D.
KIE tentang pemberian ASI
F. KIE nutrisi
IV. PENATALAKSANAAN
A. Informasi
hasil pemeriksaan.
1. Beritahu
hasil pemeriksaan yang dilakukan kepada ibu
2. Memberitahu
pada ibu bahwa kondisinya baik-baik saja, yaitu didapatkan hasil dari
pemeriksaan, TD: 110/70 mmHg, N:80x/menit, RR: 20xmenit, T: 36,6 ºC, dan
keadaan umum ibu baik.
3. Evaluasi
: Ibu senang setelah mengetahui tentang kondisinya baik-baik saja.
B. KIE
tentang KB MAL
1. Jelasakan
kembali pada Ibu tentang KB MAL.
2. a.
MAL adalah kontrasepsi yang mengandalkan ASI secara eksklusif, artinya hanya
diberikan ASI tanpa makanan atau minuman apapun lainnya.
b. Menjelaskan
pada ibu, MAL dapat dipakai sebagai kontrasepsi bila:
1) Ibu
menyusui secara penuh , akan lebih efektif bila ≥ 8x/hari.
2) Belum
haid.
3) Umur
bayi kurang dari 6 bulan.
3. Evaluasi
: Ibu sudah mengerti dengan penjelasan yang disampaikan.
C. KIE
tentang kemungkinan penyebab ASI belum keluar dan cara mengatasinya
1. Jelaskan
pada ibu kemungkinan penyebab ASI belum keluar.
2. Menjelaskan
pada ibu bahwa ASI yang tidak keluar satu sampai dua hari setelah melahirkan
adalah hal yang wajar, hal tersebut dipengaruhi beberapa faktor, diantaranya
adalah faktor fisik dan psikologis. Dari faktor fisik, misalnya kurangnya asupan
gizi, pengaruh pengaruh kesehatan ibu, hormon, dan lain-lain. Sedangkan dari
faktor psikologis adalah perasaan ibu sendiri, hal tersebut dapat menghambat
atau meningkatkan produksi ASI, seperti rasa takut, gelisah, marah, sedih,
cemas, malu, apalagi ini merupakan pengalaman pertama bagi ibu yang membuat
kurangnya kepercayaan diri. Hal tersebut yang akhirnya menekan pengeluaran ASI.
3. Evaluasi
: Ibu telah memahami penjelasan yang disampaikan oleh bidan
D. KIE
tentang pemberian ASI
1. Dukungan
untuk pemberian ASI pada bayinya.
2. Memberikan
support pada ibu meskipun ASI nya
belum keluar, ibu harus memancing pengularan ASI, misalnya dengan melakukan
pemijatan dan sering-sering menyusui bayi minimal tiap 2 jam sekali. Ibu juga harus
berfikir positif, yakin bahwa dirinya bisa menyusui, dengan perasaan bahagia,
senang, serta ikhlas akan membantu dalam hal proses menyusui tadi. Selain itu,
dalam hal ini faktor dukungan dari sekitar dan orang terdekat, yaitu suami
maupun keluarga akan sangat membantu berhasilnya seorang ibu untuk menyusui.
3. Evaluasi
: Ibu merasa senang dengan penjelasan yang diberikan, dan mau terus mencoba
memberikan ASI pada bayinya.
E. KIE
cara pemberian ASI yang benar.
1. Jelaskan
pada ibu cara menyusui yang benar
2. Menjelaskan
pada ibu cara menyusui yang benar:
a. Menjelaskan
posisi yang benar saat menyusui adalah :
1) Kepala
dan tubuh bayi dalam satu garis lurus.
2) Badan
bayi menghadap ke dada ibu.
3) Badan
bayi melekat ke ibu.
4) Seluruh
badan bayi tersangga dengan baik, tidak hanya leher dan bahu saja.
b. Menjelaskan
tanda bayi melekat dengan baik, yaitu :
1) Dagu
bayi menempel pada payudara ibu.
2) Mulut
bayi terbuka lebar.
3) Bibir
bawah membuka lebar.
4) Areola
bagian atas tampak lebih banyak/lebar (areola juga masuk masuk ke mulut bayi
tidak hanya puting susu).
c. Tanda
bayi menghisap dengan efektif :
1) Menghisap
secara mendalam dan teratur.
2) Kadang
diselingi istirahat.
3) Hanya
terdengar suara menelan.
3. Evaluasi
: ibu sangat antusias mendengar penjelasan yang diberikan, dan memahami
penjelasan tersebut.
F. KIE
nurtisi
1. Beri
KIE ibu tentang nutrisi
2. Menjelaskan
pada ibu untuk banyak mengkonsumsi sayuran dan buah segar, terutama daun katuk
untuk memperlancar produksi ASI.
3. Evaluasi
: Ibu mengerti dan mau melakukannya.
No comments:
Post a Comment